Siapakah Isa Al-Masih?

isa al-masih di atas awanIslam dan Kristen berbeda pandangan tentang Isa Al-Masih. Perbedaan pandangan itu karena keistimewaan dan keutamaan Isa Al-Masih.

Maka banyak orang bertanya “Siapakah Isa Al-Masih, Tuhan ataukah hanya manusia?

Arti Nama Isa Al-Masih

Injil Allah menyaksikan “Ia [Maryam] akan melahirkan seorang anak laki-laki dan engkau harus menamai-Nya Yesus [Isa Al-Masih], karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka” (Injil Rasul Besar Matius 1:21). Arti nama Isa Al-Masih adalah yang dipilih Allah untuk menjadi Penyelamat dunia.

Keajaiban Kelahiran Isa Al-Masih

Seperti Injil Allah, Al-Quran menyaksikan bahwa Isa Al-Masih lahir ajaib dari perawan Maryam, tanpa ayah secara jasmani (Qs 3:46). Itu karena kuasa Roh Allah.

Isa Al-Masih Berkuasa atas Bumi dan Surga

badai di lautAl-Quran mengakui bahwa Isa Al-Masih terkemuka di dunia dan akhirat (Qs 3:45). Injil Allah telah menegaskan bahwa Dia berkuasa atas bumi dan sorga.

Isa Al-Masih Nabi Tanpa Dosa

Selain Injil Allah, Al-Quran juga menyatakan bahwa Isa Al-Masih suci (Qs 3:46; 19:19). Kesucian inilah yang membedakan-Nya dari manusia dan para nabi pada umumnya.

Mujizat Isa Al-Masih yang Istimewa

Salah satu mujizat istimewa Isa Al-Masih ialah membangkitkan orang mati dengan sabda-Nya.

Kuasa Isa Al-Masih atas Alam, Penyakit dan Setan

Dia meneduhkan badai di laut, mengutuk pohon sehingga tidak berbuah, dan banyak lagi.

Para Iblis dan Roh Jahat tunduk kepada Isa Al-Masih saat Dia menjadi manusia. Ia berkuasa menyembuhkan banyak penyakit.

Pengampunan Dosa

Melalui penyaliban-Nya, Isa Al-Masih menjamin pengampunan dosa kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Jelas mengampuni dosa membuktikan bahwa Dia adalah Allah.

Pemberi Damai

Isa Al-Masih menjamin kedamain, baik di dunia ini, terlebih di akhirat. Maka kita tidak perlu berdoa bagi kedamaian dan kesejahteraan-Nya.

Isa Al-Masih Adalah Hakim di Hari Kiamat

Wahyu Allah menyaksikan bahwa Isa Al-Masih akan menghakimi manusia di akhir zaman. Al-Quran juga mengakui fakta itu (Qs 43:61).

Isa Al-Masih Kekal

Isa Al-Masih juga menyatakan kekekalan-Nya. Ia menyatakan kepada orang Yahudi bahwa Dia sudah ada sebelum nenek moyang mereka, Abraham/Ibrahim. Isa Al-Masih sekekal Allah.

Isa Al-Masih Jalan ke Surga

tangga ke langitSabda Isa kepadanya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tak seorang pun datang kepada Sang Bapa kecuali melalui Aku” (Injil Rasul Besar Yahya 14:5,6). Di sini Isa Al-Masih mengklaim bukan sebagai salah satu jalan menuju Tuhan, tapi satu-satunya jalan menuju Tuhan.

Isa Al-Masih adalah satu-satunya jalan yang menjamin ke sorga.

Penjamin Surga

Isa Al-Masih adalah Penjamin sorga bagi setiap orang yang beriman kepada-Nya. Dialah satu-satunya yang berkuasa menjamin kehidupan kekal di sorga melalui penebusan-Nya di kayu salib.

Jadi siapakah Isa Al-Masih? Dia adalah Tuhan yang berkuasa menyelamatkan manusia ke sorga.

Untuk lebih mendalami, silakan membaca seluruh artikel di bawah ini. Silakan hubungi kami jika ada pertanyaan atau masukan.

 


Siapakah Isa Al-Masih Sebenarnya?

Mungkin salah satu topik yang paling diperdebatkan antar Ahli Kitab berkaitan dengan Nabi Isa, putra Maryam, dan siapa Dia sebenarnya. Misalnya, umat Islam seperti Dr Zakir Naik dan Ahmed Deedat dengan senang hati menerima bahwa ‘Isa adalah Mesias dan lahir dari seorang perawan.

Tapi, mereka menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk membuktikan bahwa Kristen sesat karena, menurut mereka, orang Kristen menyembah tiga dewa dan juga menurut mereka karena Isa Al-Masih tidak pernah mati di kayu salib. Di sisi lain kaum Yahudi menerima bahwa ‘Isa mati di kayu salib, tetapi tidak menerima kelahiran perawan atau bahwa Dia adalah Mesias yang dijanjikan. Bahkan di antara orang Kristen, terutama selama beberapa abad pertama setelah Isa naik ke surga, ada perdebatan besar atas siapakah Isa Al-Masih.

Alasan untuk perbedaan pendapat tersebut adalah fakta sederhana bahwa Isa Al-Masih itu istimewa, tiada yang lain seperti Dia. Kelahiran-Nya, ajaran-ajaran-Nya, tindakan-Nya, mukjizat-mukjizat-Nya, kematian-Nya – semuanya tidak seperti yang dimiliki orang lain yang pernah hidup. Tidak mengherankan bahwa cara orang memahami dan menanggapi informasi yang luar biasa tersebut dengan sangat berbeda juga.

Dalam tulisan ini, saya akan mencoba untuk menghindari jebakan perdebatan filosofis dan argumen kosong. Sebagai contoh, begitu banyak waktu dan tenaga telah terbuang untuk memperdebatkan istilah-istilah seperti trinitas, istilah-istilah yang tidak pernah muncul dalam Injil atau kitab-kitab sebelumnya.

Daripada berdebat tentang istilah-istilah yang tidak ditemukan dalam Kitab Suci, saya akan fokus pada apa yang sebenarnya dikatakan Kitab Suci yang berbeda-beda tentang siapakah Isa Al-Masih dan bagaimana Dia digambarkan. Dalam tulisan berikut saya akan menunjukkan gambaran yang jelas dari kitab yang berbeda-beda, terutama Injil, tentang siapakah Isa Al-Masih dan apa yang Dia lakukan.

 

Tuhan itu Esa

Dasar untuk pengkajian ini adalah kebenaran inti yang mempersatukan semua Ahli Kitab. Kebenaran akan keesaan Tuhan. Semua Ahli Kitab percaya pada satu Tuhan, pencipta segala sesuatu, kekal, tidak berubah, maha kuasa dan maha tahu. Itu adalah kesaksian yang jelas dari Taurat, Zabur, kitab para Nabi, Injil dan Al-Qur’an dan itu adalah dasar dari iman kita.

Contohnya, ketika Isa ditanya apa perintah paling utama oleh seorang pemimpin agama Yahudi, Isa Al-Masih Sang Mesias menjawab dengan mengatakan,

“Sabda Isa kepadanya, “Perintah yang terutama ialah, ‘Dengarlah hai orang Israil, Tuhan kita, adalah Tuhan Yang Esa. Kasihilah Tuhanmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap akal budimu, dan dengan segenap kekuatanmu.’” (Markus 12:29-30)

Kesaksian-Nya jelas, Tuhan itu esa. Atau kemudian dalam Perjanjian Baru ditulis dengan cara ini,

“Sebab, hanya ada satu Tuhan dan satu Pengantara antara Tuhan dan manusia, yaitu manusia Isa Al Masih” (1 Tim. 2:5).

 

Nabi Yang Istimewa

Pertanyaan yang kemudian muncul, jika itu adalah kepercayaan umum dari semua Ahli Kitab, lalu mengapa ada perselisihan tentang pribadi Isa Al-Masih? Misalnya, ada kesepakatan bersama di antara semua Ahli Kitab tentang sifat dan tugas para nabi seperti Ibrahim, Musa, atau Daud. Mereka adalah orang-orang yang telah dipanggil oleh Tuhan dan diberi pesan Tuhan bagi orang-orang pada masa mereka. Mengapa tidak ada kesatuan pandangan tentang Isa Al-Masih?
Jawabannya adalah karena walaupun dalam beberapa hal Dia adalah seperti nabi lainnya, dalam banyak hal penting lainnya Dia sangat berbeda dan istimewa. Keistimewaan inilah yang menciptakan perbedaan pendapat. Dalam bagian berikut, saya ingin meninjau secara singkat apa yang dikatakan kitab-kitab yang berbeda tentang Isa Al-Masih. Kita akan melihat tanda-tanda ajaib yang dilakukan-Nya, kuasa yang Dia tunjukkan, sifat-Nya, apa yang Dia katakan tentang diri-Nya sendiri, dan akhirnya, nama yang digunakan bagi diri-Nya dalam kitab suci.

 

Mukjizat Isa Al-Masih yang Istimewa

Pertama-tama, Dia melakukan tanda-tanda yang lebih ajaib dari nabi lainnya, baik sebelum atau sesudah-Nya. Tanda-tanda tersebut memang telah dinubuatkan tentang diri-Nya dalam kitab-kitab sebelumnya. Dikatakan dalam kitab para nabi bahwa ketika Mesias Tuhan akan datang, Dia dapat dikenali dengan mukjizat yang Dia lakukan, dan mukjizat-mukjizat tersebut dijelaskan secara singkat. Mukjizat-mukjizat yang sama seperti yang dilakukan oleh Isa Al-Masih digambarkan sepenuhnya dalam Injil dan diringkas dalam Al-Qur’an di beberapa bagian seperti dalam Al-Imran (3): 49 dan Al Maidah (5): 110. Sura Al-Imran (3): 49 tertulis,

“Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu’jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.”

Akan memakan waktu yang terlalu lama untuk melihat semua mukjizat yang dilakukan Isa Al-Masih, tapi saya akan menyebutkan beberapa dari berbagai macam mukjizat yang Dia lakukan.

Suatu hari Isa Al-Masih dan murid-muridnya terperangkap di tengah Danau Galilea dalam badai yang mengerikan. Murid-murid-Nya ketakutan, pikir mereka pasti akan tenggelam. Di depan semua murid-Nya, Isa Al-Masih menunjukkan kuasa-Nya atas alam dengan memerintahkan badai untuk berhenti dan laut segera menjadi tenang. Para murid kewalahan dan berkata-kata. “Orang macam apa ini?”, tanya mereka, “Hingga angin dan danau pun menuruti perintah-Nya?” (Matius 8:27)!” Jika kita benar-benar memikirkan hal itu, kita pun akan menanyakan pertanyaan yang sama. Lain waktu, Dia memerintahkan pohon yang sedang tak berbuah supaya tidak akan pernah lagi berbuah, pohon itu pun layu dan segera mati (Matius 21:18-19). Masih ada lagi contoh-contoh seperti itu karena Dia menunjukkan kuasa-Nya atas alam.

Kuasa Isa Al-Masih atas Penyakit & Setan

Dia juga menunjukkan kuasa atas penyakit dengan menyembuhkan semua jenis penyakit. Ia menyembuhkan orang kusta dan lumpuh, dan memulihkan penglihatan orang buta dan pendengaran orang tuli. Orang sakit dari dekat maupun jauh, baik Yahudi maupun bukan Yahudi, berbondong-bondong datang kepada-Nya selama tiga tahun pelayanan-Nya di bumi untuk disembuhkan dari semua penyakit mereka.

Dalam cara yang sama, Dia menunjukkan kuasa-Nya atas Setan dan pasukan roh-roh jahatnya dengan mengusir mereka dari orang-orang yang sudah lama menderita di bawah penindasan roh jahat. Karena kemampuan-Nya, Dia menjadi sangat terkenal bahkan mereka yang bukanlah pengikut-Nya mulai menggunakan nama-Nya dalam upaya mereka untuk mengusir roh jahat.

Kuasa lain Dia tunjukkan atas makanan dan minuman, salah satu unsur penting bagi kelangsungan hidup kita. Suatu saat, seperti tercatat dalam Injil dalam kitab Yahya 6, Dia sedang mengajar kerumunan besar berjumlah beberapa ribu orang di tempat yang sunyi. Saat itu waktu makan tetapi tidak ada seorang pun membawa makanan dan tidak ada tempat untuk membeli apapun. Hanya seorang anak laki-laki yang punya makanan, empat roti kecil dan dua ikan kecil – sama sekali tidak cukup untuk kerumunan sebanyak itu. Namun, Isa Al-Masih mengambil makanan anak itu, mengucap syukur kepada Tuhan dan memerintahkan untuk membagikannya kepada kerumuman itu. Semuanya makan sampai kenyang dan bahkan ada 12 keranjang sisa terkumpul setelah makan.

Kuasa Isa Al-Masih atas Kematian/div>

Akhirnya, Dia menunjukkan kuasa-Nya atas musuh terutama dan terbesar manusia, kematian. Dalam beberapa waktu berbeda Dia berfirman dan orang yang meninggal pun kembali hidup. Misalnya, dalam kitab Yahya 11, ada catatan bagaimana teman Isa Al-Masih, Lazarus, mati mendadak. Meskipun Isa Al-Masih telah diberitahu tentang sakitnya, Dia pergi ke desa tempat Lazarus baru setelah Lazarus meninggal dan telah dikubur selama tiga hari. Saat Yesus tiba, Dia meminta untuk ditunjukkan makam Lazarus dan kemudian memerintahkan supaya batu yang menutupi pintu masuk disingkirkan. Orang-orang berkeberatan karena mayatnya pasti telah mulai membusuk dan akan menimbulkan bau. Namun, atas desakan Isa Al-Masih, batu besar itu disingkirkan, dan Isa Al-Masih pun memerintahkan, “Lazarus, keluarlah!” Semua orang takjub dan heran, Lazarus segera keluar dari makam dalam balutan kain kafan dalam keadaan hidup dan sehat.

Pengampunan Dosa

Kuasa ilahi untuk melakukan mujizat berguna sebagai tanda penting untuk mengetahui jati diri Isa Al-Masih yang sebenarnya. Dalam cara yang sama, Dia juga menunjukkan kuasa yang tidak pernah dimiliki oleh orang lain, baik sesudah atau sebelum-Nya. Salah satu yang paling luar biasa dari perkataan-Nya adalah pengakuan-Nya bahwa Dia dapat mengampuni dosa. Suatu kejadian tercatat dalam kitab Markus 2:1-12, ketika seorang pria lumpuh dibawa kepada Isa Al-Masih untuk penyembuhan dan Isa Al-Masih, karena mengetahui imannya, menyatakan dosa-dosanya telah diampuni. Para pemimpin agama Yahudi terkejut dan marah, mereka pikir bahwa hanya Tuhan saja yang memiliki kuasa untuk mengampuni dosa. Isa Al-Masih pun menanggapi pikiran kaum Yahudi dengan mengatakan kepada orang banyak bahwa Dia akan menyembuhkan orang itu, sehingga membuktikan kebenaran perkataan-Nya tentang kuasa-Nya untuk mengampuni dosa. Dia kemudian memerintahkan orang untuk bangun dan berjalan, yang kemudian laki-laki itu (yang lumpuh sejak lahir) pun segera bangun dan berjalan.

Pemberi Damai

Kuasa penting lainnya yang dikatakan Isa Al-Masih adalah kuasa-Nya untuk memberikan damai sejahtera bagi para pengikut-Nya. Misalnya, pada suatu kesempatan, Dia berkata kepada para pengikut-Nya,

“Kutinggalkan sejahtera bagimu. Ya, sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan sejahtera-Ku itu tidak seperti yang diberikan oleh dunia ini. Janganlah hatimu gelisah atau merasa takut…” (Yahya 14:27)

Sejahtera duniawi bersifat sementara dan tidak sempurna. Sejahtera yang dari Isa Al-Masih bersifat sempurna dan kekal. Itulah salah satu alasan bahwa murid-murid-Nya tidak perlu lagi meminta kesejahteraan bagi Isa saat menyebutkan nama-Nya. Melakukan shalawat bagi Isa adalah sia-sia karena dua alasan. Pertama, kita sudah tahu bahwa baik dari Injil dan Al-Qur’an Isa Al-Masih sudah berada di tempat penuh sejahtera dan terkemuka di hadirat Tuhan sekarang – misalnya, dalam Sura Al – Imran (3): 45. Dia tidak membutuhkan doa kita. Dan kedua, Dia adalah pribadi yang memberi kita damai, bukan sebaliknya.

Isa Al-Masih adalah Hakim pada Hari Kiamat

Kuasa lain yang sangat penting terkait dengan kemampuannya untuk memberikan hidup kepada orang mati adalah wewenang-Nya untuk menghakimi orang mati pada Hari kiamat. Kita mendapatkan petunjuk tentang ini dalam Surat Zukhruf (43): 61, di mana dikatakan bahwa Isa Al-Masih adalah tanda Hari kiamat. Tanda yang dimaksud dapat kita temukan dalam Injil di mana dikatakan bahwa ketika Isa Al-Masih kembali pada Hari kiamat, semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan menghakimi mereka, membagi mereka menjadi dua kelompok, kelompok yang diterima oleh Tuhan dan yang ditolak (Mat 25:31-32).

Dua macam terakhir dari kuasa yang dimiliki Isa Al-Masih mungkin adalah yang paling sulit dari semua untuk dipahami karena begitu menakjubkan. Untuk mulai memahaminya, kita harus menunggu sampai kita telah mengetahui lebih lengkap siapa Dia dan terutama nama dan gelar-Nya. Sementara ini saya hanya akan menyebutkan macamnya saja, yaitu:

1. Kuasa untuk menciptakan segala sesuatu, dan2. Kuasa untuk memelihara segala sesuatu

Kita akan membahas kedua macam kuasa ini nanti.

Mengapa Begitu Berbeda?

Kita telah mengetahui sekarang tanda-tanda ajaib yang dilakukan Isa Al-Masih dan juga macam-macam kuasa yang Dia tunjukkan. Semuanya sangat berbeda dari yang dimiliki orang lain yang pernah hidup. Dan pertanyaan segera muncul, mengapa Dia begitu berbeda? Bukankah Dia hanyalah nabi seperti semua nabi yang datang sebelum-Nya? Untuk menjawab pertanyaan itu, kita harus memeriksa segi ketiga, yaitu sifat-Nya. Dalam segi ini, seperti dalam dua segi sebelumnya, kita akan kembali melihat bahwa Isa Al-Masih itu istimewa.

Misteri Lahir dari Perawan

Pertama-tama, dari seluruh manusia yang pernah hidup, Isa Al-Masih adalah satu-satunya yang lahir dari seorang ibu tetapi tanpa seorang ayah manusia. Ibunya Maria adalah perawan yang bertunangan dengan Yusuf, anak Eli. Sebelum pernikahan mereka, oleh kuasa Roh Kudus, Maria mengandung Isa Al-Masih. Hal ini tercatat dalam kitab Matius 1:18 di, Lukas 1:29-35, dan dalam Al-Qur’an di Surat Al – Imran (3) dan Maryam (19).

Adam Kedua

Kelahiran yang ajaib dan kehidupan Isa Al-Masih membuat diri-Nya sering dibandingkan dengan Hazrat Adam dalam kitab-kitab yang berbeda. Misalnya dalam Surat Al – Imran (3): 59 dikatakan,

“Sesungguhnya misal Isa di sisi Allah, adalah seperti Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah dia!”

Dalam kitab Perjanjian Baru ditemukan juga perbandingan yang sama antara Isa Al-Masih dan Adam. Kita mengetahui bahwa apa yang dirusakkan dan dihancurkan karena ketidaktaatan Adam dipulihkan kembali karena ketaatan Isa Al-Masih. Dikatakan,

Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. (Roma 5:18-19)

Nabi Tanpa Dosa

Salah satu akibat dari kelahiran ajaibnya adalah fakta bahwa Isa Al-Masih lahir dan hidup tanpa dosa (Al – Imran 3:46, Maryam 19:19). Semua manusia lain yang pernah hidup adalah keturunan dari bapa pertama kita, Hazrat Adam. Kita, seperti Habil dan Qabil, mewarisi sifat kita darinya. Akibatnya, seperti Habil dan Qabil, kita semua juga suka iri, bertengkar, dan membunuh untuk memenuhi keinginan egois kita. Semua orang, kecuali Isa Al-Masih, telah mewarisi sifat-sifat yang sama dari Adam, bahkan para nabi. Itulah sebabnya dunia dan koran kita saat ini begitu penuh dengan kejahatan, kekerasan, kebencian dan dosa.

Itulah juga mengapa dalam kitab-kitab yang berbeda, dosa-dosa para nabi begitu jelas terlihat. Tuhan tidak menutupi-nutupi dosa mereka atau mencoba untuk menyembunyikannya karena mereka adalah manusia dan keturunan Adam seperti semua orang lainnya. Dan itulah sebabnya, dalam Al-Qur’an, para nabi diperintahkan untuk meminta ampun kepada Tuhan di ayat-ayat seperti Surat Al-Baqarah (2):36-37; Al-Araf (7):19-23; Hud (11): 47; Ash-Shuara (26): 82 ; Al-Qashash (28):15-16; QS. Ash-Shaffat (37):139-146, Sud (38):24-25; Ghafir (40): 55, Muhammad (47): 19; Al-Fath (48):1-2. Hal ini tepat seperti yang dikatakan Hazrat Adam dalam Surat Al-Araf (7):23,

“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.”

Satu-satunya yang bebas dari dosa dan keegoisan yang kita lihat di sekitar kita, bahkan dalam kehidupan para nabi, adalah Isa Al-Masih sang Mesias. Dilahirkan tanpa ayah dengan kuasa Roh Kudus, Dia hidup kudus dan murni. Hal ini jelas terlihat dalam Injil dan Al-Qur’an. Dalam Surat Maryam (19):19, ketika malaikat muncul kepada ibunya, Maryam, dia mengatakan Maryam akan menerima anak ‘suci’. Ini sesuai dengan kesaksian Injil yang mengatakan bahwa Isa Al-Masih dicobai dalam segala hal seperti orang lain, namun tidak jatuh dalam dosa (Ibrani 4:15). Bahkan, ketika para pemimpin agama Yahudi menyerang dan mengkritik Dia, Isa Al-Masih membela diri dengan menantang mereka, “Siapa di antara kamu yang dapat menunjukkan bahwa Aku berdosa? Jika Aku mengatakan kebenaran, mengapa kamu tidak percaya kepada-Ku? (Yahya 8:46).” Tidak ada yang bisa menyanggah perkataan-Nya.

Bahkan sahih Hadis menyatakan ketidakberdosaan Isa Al-Masih yang istimewa:

Abu Huraira berkata, “Tidak ada seorang pun dari anak keturunan Adam yang dilahirkan kecuali dia disentuh oleh setan saat dilahirkan, maka dia akan berteriak (menangis dengan keras) karena sentuhan setan tersebut, kecuali Maryam dan anaknya..” 1

Sebelum Abraham Ada, Aku Ada!

Dalam bagian yang sama di mana Dia menantang orang untuk membuktikan bahwa Dia orang berdosa, Dia juga membuat pengakuan lain yang membut para pemimpin agama sangat marah. Dia mengatakan kepada mereka bahwa jika mereka mengikuti ajaran-Nya, mereka akan mengetahui kebenaran dan kebenaran akan membebaskan mereka (Yahya 8:31-32). Orang-orang Yahudi menjawab dengan marah bahwa mereka adalah murid-murid Ibrahim. Kemudian Isa Al-Masih berkata kepada mereka, “Bapakmu, Ibrahim, gembira karena ia akan melihat hari-Ku. Ia bahkan telah melihatnya dan merasa gembira.” (Yahya 8:56). Orang-orang Yahudi mengatakan kepadanya, “Umurmu belum mencapai lima puluh tahun, tetapi Engkau sudah melihat Ibrahim!” Isa Al-Masih menjawab, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya, sebelum Ibrahaim ada, Aku ada (Yahya 8:57, 58). Sabda Isa Al-Masih membuat geram para pemimpin agama Yahudi, yang mengambil batu untuk melempari Isa Al-Masih. Namun sebelum mereka sempat melakukannya, Dia meninggalkan mereka dan menghilang.

Sekali lagi, pengakuan Isa Al-Masih menakjubkan. Tidak hanya bahwa Dia mengaku telah hidup sebelum Abraham. Sebaliknya, apa yang Dia katakan adalah, bahwa sebelum Abraham ada, Aku ada . Daripada mencoba untuk memahami apa maksud perkataan-Nya sekarang, lebih baik kita kembali ke bagian ini setelah kita mengetahui lebih banyak lagi latar belakang yang diperlukan untuk memahami dengan benar.

Pengakuan Isa Al-Masih Sendiri

Kita telah membahas berbagai tanda ajaib Isa Al-Masih, kuasa-Nya dan sifat-Nya. Selanjutnya kita akan membahas pengakuan yang Dia buat tentang diri-Nya Sendiri. Pengakuan-pengakuan-Nya, seperti yang segi Yesus lainnya yang kita bahas, benar-benar istimewa dan tiada seperti yang pernah dibuat oleh orang lain yang pernah hidup. Mari kita lihat secara sepintas pengakuan-pengakuan-Nya yang paling menyolok.

Terang Dunia

Di satu saat Dia berkata, “Akulah terang dunia. Orang yang mengikut Aku tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan akan memiliki terang hidup.” (Yahya 8:12). Pada intinya, Isa Al-Masih mengatakan di sini bahwa jika ada yang ingin berjalan di jalan Tuhan dalam hidup, maka ia harus mengikuti ajaran Isa Al-Masih.

Jalan Menuju Tuhan

Tak lama setelah membuat pengakuab sebagai terang dunia, Isa Al-Masih mempersiapkan murid-murid-Nya untuk menghadapi penganiayaan yang akan datang dari para pemimpin agama Yahudi. Dia mengatakan kepada mereka untuk tidak khawatir atau takut, melainkan bahwa Dia akan naik ke surga, di mana Dia akan menyiapkan tempat bagi mereka. Dan Dia meyakinkan mereka bahwa Dia akan datang kembali pada hari kiamat untuk membawa mereka supaya bisa bersama-sama dengan-Nya. Ia mengakhiri pemberian semangat kepada murid-murid-Nya dengan mengatakan, “Ke tempat Aku pergi, kamu tahu jalannya” (Yahya 14:4). Lalu kata Tomas kepada-Nya, “Ya Junjungan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi. Bagaimana kami tahu jalannya?” Sabda Isa kepadanya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tak seorang pun datang kepada Sang Bapa kecuali melalui Aku.” (Yahya 14:5,6). Di sini Isa Al-Masih mengklaim bukan sebagai salah satu jalan menuju Tuhan, tapi satu-satunya jalan menuju Tuhan.

Percaya dan Hidup

Pengakuan Isa Al-Masih lainnya yang luar biasa dibuat pada waktu yang sama saat Dia melakukan salah satu mukjizat yang paling berkesan, memulihkan Lazarus yang mati hingga hidup kembali. Saat Isa Al-Masih mendekati desa Lazarus, percakapan berikut terjadi antara Isa Al-Masih dan adik Lazarus, Martha.

Lalu kata Marta kepada Isa, “Ya Junjungan, jika Junjungan ada di sini, tentu saudaraku tidak akan meninggal. Meskipun begitu, aku tahu bahwa apa saja yang Junjungan minta kepada Tuhan akan dikabulkan oleh-Nya.” Sabda Isa kepadanya, “Saudaramu itu akan hidup kembali.” Kata Marta kepada-Nya, “Aku tahu bahwa ia akan hidup kembali pada waktu orang-orang mati dihidupkan lagi, yaitu pada hari kiamat.” Sabda Isa kepadanya, “Akulah kebangkitan dan hidup. Siapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup sekalipun sudah mati. Setiap orang yang hidup dan percaya kepada-Ku tidak akan mati untuk selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” (Yahya 11:21-26)

Apa yang Isa Al-Masih katakan di sini adalah bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya dan mengikuti-Nya tidak akan pernah mengalami kebinasaan kekal di neraka, tetapi hidup selamanya di hadirat Tuhan.

Kelegaan untuk yang Letih Lesu

Pengakuan lain dari Isa Al-Masih kebanyakan ditujukan kepada orang-orang yang takut dan berbean berat di masa kini, orang-orang yang dibebani oleh kekhawatiran, kecemasan, dan dosa mereka sendiri. Isa Al-Masih berkata,

“Marilah kepada-Ku, hai kamu semua yang lelah dan menanggung beban berat, Aku akan memberikan kelegaan bagimu. Terimalah kuk dari-Ku dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut serta rendah hati, dan jiwamu pun akan mendapat kelegaan. Karena kuk dari-Ku menyenangkan dan beban-Ku pun ringan.” (Matius 11:28-30)

Orang-orang rindu untuk mendapat kelegaan dan kemudahan dari beban mereka. Itulah apa yang dijanjikan Isa Al-Masih untuk semua orang yang datang kepadanya.

Roti Hidup

Sebuah pengakuan lebih lanjut dari Isa Al-Masih diucapkan tak lama setelah Dia secara ajaib menyediakan makanan bagi ribuan orang yang memadati tempat itu untuk mendengarkan pengajaran-Nya, seperti yang kita lihat sebelumnya. Beberapa dari mereka yang telah makan kembali kepada Isa Al-Masih pada hari berikutnya, tapi untuk alasan yang salah. Mereka datang bukan untuk mendengar ajaran-Nya tentang mengenal Tuhan dan bagaimana untuk memperoleh hidup yang kekal, tetapi untuk mengisi perut mereka lagi. Setelah menunjukkan alasan mereka yang salah, Isa Al-Masih meluruskan pemikiran mereka dengan mengatakan kepada mereka,

“Sabda Isa kepada mereka, “Akulah roti hidup itu. Siapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan siapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” (Yahya 6:35)

Sekali lagi, Isa Al-Masih merujuk ke kebenaran yang sama tetapi dalam kata-kata yang berbeda. Dia mengatakan bahwa orang-orang yang datang kepada-Nya akan hidup selamanya di surga dan kebutuhan fisik mereka terpenuhi dalam keabadian.

Itulah hanyalah beberapa pengakuan yang dibuat Isa Al-Masih tentang diri-Nya. Pengakuan-Nya menggunakan simbol dan penggambaran yang berbeda-beda, tetapi semuanya mengarah kepada kebenaran yang sama. Kebenaran itu adalah bahwa Isa Al-Masih adalah satu-satunya jalan kepada Tuhan. Mereka yang mengikuti-Nya tidak perlu takut lapar, haus, kematian atau terbeban berat oleh dosa.

Jaminan Surga

Mari kita beralih dari pengakuan Isa Al-Masih ke fakta bahwa baik Dia maupun pengikut-Nya diberi jaminan surga oleh kitab-kitab yang berbeda. Misalnya, Surat Al – Imran (3): 45 mengatakan,

“(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih ‘Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).”

Di antara banyak hal luar biasa lainnya dalam ayat ini, kita melihat fakta bahwa Isa Al-Masih adalah yang terkemuka baik di dunia ini dan di akhirat – di kiamat dan seterusnya. Nabi lain dalam Al-Qur’an jelas-jelas mengakui bahwa mereka tidak tahu apa-apa tentang apa yang akan terjadi pada mereka di akhirat, seperti dalam Qs 46:9. Tetapi tentang Isa Al-Masih, kita tidak ragu. Tidak ada pertanyaan tentang apa yang akan terjadi pada-Nya di hari kiamat – Tuhan akan menghormatinya. Juga tidak ada pertanyaan tentang apa yang akan terjadi kepada murid-murid-Nya karena baik catatan Injil maupun Al-Qur’an (Qs 3:55) bersaksi bahwa Isa Al-Masih akan membawa mereka ke surga untuk menghabiskan kekekalan dengan Dia di sana.

“Al-Masih”

Hanya ada satu segi terakhir yang penting tentang Isa Al-Masih yang perlu kita bahas. Kita perlu melihat nama-nama yang digunakan khusus untuk Dia. Kata pertama yang akan kita lihat adalah “Al-Masih” atau “Mesias.” Ini bukanlah sebuah nama, melainkan sebuah gelar bagi Isa Al-Masih yang ditemukan dalam Injil, Al-Qur’an, dan kitab-kitab sebelumnya. Dalam Injil, gelar itu selalu digunakan bagi Isa Al-Masih dan dalam Al-Qur’an penggunaannya terdapat dalam beberapa ayat seperti Sura Al-Imran (3): 45 dan An-Nisa (4): 171. Kata “Mesias” berarti “yang dipilih” atau “yang diurapi”. Tuhan berjanji dalam kitab-kitab sebelumnya bahwa Dia akan mengirim seseorang yang akan mengalahkan Iblis dan memulihkan kerusakan yang telah dilakukan oleh Iblis kepada Adam dan Hawa dengan membawa anugerah Tuhan kepada umat manusia. Pribadi yang dijanjikan ini disebut Mesias, atau orang yang dipilih Tuhan.

Arti “Isa Al-Masih”

Nama kedua yang diberikan kepadanya oleh ibu dan ayah tirinya, nama “Yesus”. Nama itu sebenarnya bukan pilihan mereka. Mereka diberitahu oleh malaikat sebelum kelahiran Isa Al-Masih bahwa Maria akan memiliki anak karena kuasa Roh Kudus dan mereka harus menamai anak tersebut Yesus. Tidak ada keraguan kenapa bayi itu harus diberikan nama Yesus. Seperti tertulis kata-kata malaikat dalam Injil,

“Ia akan melahirkan seorang anak laki-laki dan engkau harus menamai-Nya Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka.” (Matius 1:21)

“Apa hubungannya pemberian nama Yesus dengan menyelamatkan umat-Nya?”, kita mungkin bertanya. Bagi Tuhan nama sangat penting. Jadi, Tuhan sering memberi seseorang nama baru sesuai dengan tugas orang itu – seperti Hazrat Abraham atau Hazrat Ya’qub. Nama baru menunjukkan sesuatu yang penting dan menjadi pusat dari sifat atau panggilan hidup seseorang. Dalam hal Yesus Kristus, nama-Nya terpusat pada tugas-Nya karena kata “Yesus” berasal dari bahasa Ibrani yang berarti “penyelamat” atau “menyelematkan.” Ketika kita menempatkan dua nama tersebut berdampingan – Yesus Sang Mesias – artinya, “Yang dipilih Tuhan untuk menjadi penyelamat.”

‘Firman Tuhan’

Selain dua nama di atas yang cukup menakjubkan. Nama ketiga yang digunakan untuk Isa lebih menakjubkan lagi, yaitu “Sang Firman” atau “Firman Tuhan.” Sekali lagi, istilah atau frase ini ditemukan baik di Injil dan Al-Qur’an. Dalam Al-Qur’an kita menemukannya di bagian-bagian seperti dalam Qs Al-Imran (3): 39, 45, An – Nisa (4): 171 dan Maryam (19): 34. Karena ini adalah salah satu nama yang lebih penting serta rumit yang digunakan untuk Isa, saya akan menggunakan sebuah diagram sederhana untuk membantu menjelaskan maknanya. Dalam diagram ini, saya akan mulai dengan menulis kata “Tuhan.” Sekarang, apa yang kita ketahui tentang Tuhan? Kita telah melihat bahwa Dia adalah esa. Dia juga tidak diciptakan dan kekal.

Diagram 1

Diagram 1

Cukup menarik, keberadaan Tuhan tidak pernah dijelaskan atau dibela dalam kitab-kitab suci mana saja, melainkan hanya dianggap ada saja. Demikianlah tertulis dalam kitab pertama dari Taurat, kitab Kejadian, dalam ayat pertama, “Pada mulanya, Tuhan menciptakan langit dan bumi. ” Tuhan, pencipta segala sesuatu, tidak dijelaskan asal-usulnya. Dari kekekalan sampai kekekalan, Dia selalu ada. Dia lebih lanjut dijelaskan dengan cara ini dalam kitab para nabi,

“Sesungguhnya, rancangan-Ku bukanlah rancanganmu dan jalanmu bukanlah jalan-Ku,” demikianlah firman TUHAN. “Setinggi langit di atas bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku di atas jalanmu dan rancangan-Ku di atas rancanganmu.” (Yesaya 55:8-9)

Tuhan jauh lebih hebat dari kita. Kita tidak pernah bisa berharap untuk memahami sepenuhnya tentang Dia.

Tuhan juga pencipta segala sesuatu. Kitab Taurat dibuka dengan kisah rinci tentang bagaimana Tuhan menciptakan langit dan bumi. Dan pada puncak penciptaan, Tuhan menciptakan Adam dan Hawa untuk dapat memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan dan merawat ciptaan-Nya. Pada diagram ini, mari kita tempatkan garis lengkung sebagai lambang penciptaan – dunia yang Tuhan dibuat. Dan di atas lengkungan itu, kita tempatkan sesosok manusia sebagai puncak penciptaan.

Diagram 2

Diagram 2

Sekarang, seperti yang saya katakan, salah satu masalah dalam mengenal Tuhan adalah bahwa Dia begitu jauh di atas kita. Kita melihat ciptaan-Nya dan mengenal sedikit tentang kekuasaan-Nya, hikmat-Nya, dan daya cipta-Nya yang sangat besar. Namun, banyak hal tentang diri-Nya tetap tidak jelas. Kita melihat kebaikan dan kejahatan di dunia kita saat ini. Jadi, kita bertanya-tanya, “Apakah Tuhan itu baik atau buruk atau sedikit keduanya?” Kita tidak bisa mendapatkan jawabannya hanya lewat ciptaan-Nya. Kesulitan bertambah karena kita tidak bisa belajar tentang Tuhan dengan panca indera kita. Karena kita tidak bisa melihat Tuhan. Kita tidak bisa mendengar-Nya. Kita tidak bisa menyentuh-Nya, atau merasakan-Nya. Jadi, selain mengamati ciptaan-Nya, bagaimana kita bisa belajar tentang Tuhan? Jawaban yang jelas dan pasti adalah melalui Firman Tuhan.

Tuhan Berbicara melalui Firman-Nya yang Tertulis

Semua ahli Kitab menghormati Firman Tuhan karena itu adalah salah satu sarana utama untuk belajar tentang Tuhan. Meskipun kita belajar hal-hal penting tentang Tuhan dengan memperhatikan ciptaan-Nya, ketika kita membaca Firman-Nya, kita melihat lebih jelas siapa Tuhan dan apa yang telah Dia dilakukan. Seperti tertulis pada kitab Zabur dalam pasal 119:130, “Firman-Mu yang tersingkap menerangi dan memberi pengertian kepada orang yang lugu.” Dalam Firman Tuhan kita belajar tentang kekudusan dan kebaikan Tuhan. Kita melihat kebencian-Nya akan segala dosa, kebohongan dan kemunafikan. Kita belajar tentang keadilan Tuhan, sementara pada saat yang sama belajar tentang rahmat dan karunia bagi orang berdosa yang berbalik kepada-Nya dalam pertobatan dan iman. Saya akan menulis “Firman Tuhan” pada diagram di samping “Tuhan”:

 

Diagram 3

 

Diagram 3

Firman yang Tertulis Tidak Cukup

Namun, pemahaman kita tentang Tuhan melalui Firman-Nya yang tertulis juga memiliki keterbatasan. Hal ini seperti mencoba untuk mendapatkan gambaran yang jelas dari seseorang yang dengannya kita berkirim surat, tetapi tidak pernah bertemu secara pribadi. Bisa saja kita merasa mengenal dia dalam banyak hal, tetapi kita tidak memiliki hubungan pribadi yang dekat. Supaya kita bisa lebih dekat lagi dengan-Nya, Tuhan mengambil satu langkah lebih lanjut dalam mengungkapkan diri-Nya.

Firman yang Kekal

Wajib bagi setiap muslim untuk menerima konsep Firman Tuhan yang kekal, perkataan-Nya dan pernyataan diri-Nya yang ghayr makhluq , atau kekal dan abadi. Menurut kepercayaan Islam ortodoks, Firman yang tertulis merupakan perwujudan dari Firman yang kekal, itulah sebabnya disebut kalam-Allah. Ketika Kitab Suci diwahyukan kepada para nabi, Firman Tuhan yang Kekal tertuang dalam bentuk tulisan pena dan tinta seperti yang kita miliki sekarang ini.

Hal yang istimewa tentang Isa Al-Masih adalah bahwa dalam baik Al-Qur’an maupun Injil Isa Al-Masih disebut-sebut sebagai perwujudan kalam-Allah , ‘Firman’ yang Hidup atau pernyataan diri Tuhan. Isa Al-Masih diberi gelar “Firman Tuhan” baik dalam Al-Qur’an dan Injil:

“Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah, dan kalimat-Nya , yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan roh dari-Nya” (Sura Nisa (4): 171).

Bagian ini menyebut Isa Al-Masih Mesias “kalimat-Nya,” atau Firman Tuhan.2 Dan sama seperti Islam mengajarkan bahwa Firman yang tertulis ada bahkan sebelum penciptaan, demikian juga Injil mengajarkan bahwa Isa Al-Masih (Firman yang Hidup), ada sebelum penciptaan:

“Kalam telah ada dari mulanya. Kalam itu bersama Tuhan, dan Kalam itu adalah Tuhan…tidak ada sesuatu pun yang dijadikan tanpa Dia.” (Yahya 1:1,3)”Al-Masih adalah wujud nyata dari Tuhan yang tidak dapat dilihat. Dialah yang lebih utama dari segala yang diciptakan. Melalui Dia, Tuhan menciptakan segala sesuatu, baik yang ada di surga maupun yang ada di bumi, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, termasuk semua ruh yang berkuasa dan yang memerintah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan karena Dia.” (Kolose 1:15,16)

Jadi melalui Isa Al-Masih segala sesuatu diciptakan dan terpelihara. Kita tahu dari Taurat bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan, hanya dengan berfirman. Tuhan berbicara, dan melalui Firman-Nya, segala sesuatu muncul menjadi ada! Namun Isa Al-Masih bukanlah hasil dari Firman Tuhan yang berdaya cipta (kun! fayakun, ‘Jadilah!’) ; Dia sendiri adalah Firman yang berdaya cipta itu, Dia adalah “kun fayakun.” Dari Injil kita belajar bahwa Isa Al-Masih adalah Firman yang melalui-Nya Tuhan menciptakan segala hal pada permulaannya dan sekarang memelihara penciptaan itu.

Firman yang kekal ini mengambil bentuk manusia dan tinggal di antara kita. Dia adalah Nabi Isa. Jadi apa yang bisa kita pahami dari ini?

Di Luar Pemahaman Manusia

Arti dari semua ini adalah Isa Al-Masih tidak mudah untuk dipahami karena ini melampaui apa yang kita ketahui sebagai manusia. Namun, selama bertahun-tahun, telah ada persetujuan di antara mereka yang telah mempelajari bagian ini dan orang lainnya tentang siapa Isa Al-Masih sebenarnya. Dan siapa Dia? Sederhananya, Dia adalah Firman Tuhan yang Hidup. Kitab-kitab yang berbeda yang telah dikirim melalui para nabi adalah Firman Tuhan yang tertulis . Isa Al-Masih adalah Firman Tuhan yang hidup dalam wujud manusia.

Firman Tuhan yang Hidup

Sebuah “kata” adalah sarana komunikasi. Ketika orang ingin berkomunikasi, apa yang mereka lakukan? Mereka berbicara satu sama lain menggunakan kata-kata. Jika saya duduk diam dan tidak mengatakan apa-apa, tidak ada yang tahu apa yang saya pikirkan. Hanya ketika saya membuka mulut dan berbicara maka kata-kata saya mengungkapkan pikiran batin saya. Saya sekarang akan menambahkan sosok lain pada diagram untuk mewakili Firman Tuhan yang Hidup:

Diagram 4

Diagram 4

Dalam cara yang sama, Isa Al-Masih menyatakan Tuhan dan seperti apa Dia sebenarnya. Ketika kita melihat kuasa dan kemampuan Isa Al-Masih, kita melihat kuasa dan kemampuan Tuhan tercermin jelas.

Jadi, dalam diagram kita, kita melihat bahwa manusia, dengan kelima indera kita, hanya bisa menemukan sedikit kebenaran tentang Tuhan. Kita menemukan beberapa hal tentang-Nya melalui ciptaan-Nya dan bahkan lebih lagi melalui Firman-Nya yang tertulis. Namun, menurut Firman yang tertulis, ‘Isa adalah Firman Tuhan yang Hidup yang mengambil rupa manusia dan turun ke bumi untuk hidup di antara kita dan menunjukkan kepada kita seperti apakah Tuhan itu sebenarnya. Melalui Dia-lah kita paling bisa benar-benar mengenal siapa Tuhan.

Kita lihat di atas dalam Yahya pasal 14 Isa Al-Masih berkata,

“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tak seorang pun datang kepada Sang Bapa kecuali melalui Aku.”

Sebagai tanggapan, seorang murid-Nya menjawab, “Ya Junjungan, tunjukkanlah Sang Bapa itu kepada kami supaya hati kami puas.” Jelas, apa yang murid itu inginkan adalah mustahil. Tuhan tidak terlihat. Tidak ada yang bisa menunjukkan Tuhan kepadanya. Namun, melalui Isa Al-Masih, kita dapat memahami seperti apa keberadaan Tuhan yang tidak kelihatan itu. Isa Al-Masih menjawab,

Hai Filipus, sudah sekian lama Aku bersama-sama dengan engkau, tetapi engkau tidak juga mengenal Aku? Orang yang melihat Aku berarti sudah melihat Sang Bapa. Jadi, bagaimana kamu dapat berkata, ‘Tunjukkanlah Sang Bapa kepada kami’?”

Pernyataan yang menakjubkan! Isa Al-Masih menunjukkan kepada kita dalam bentuk manusia seperti apa keberadaan Tuhan yang tidak kelihatan itu. Dia adalah gambaran paling jelas yang bisa kita dapatkan tentang seperti apa Tuhan itu.

Injil berisi kesaksian para murid yang telah bersama-sama dengan Isa Al-Masih, Firman Tuhan yang hidup, mereka memperhatikan-Nya dan belajar dari-Nya. Berikut adalah bagaimana mereka menggambarkan Isa Al-Masih dalam 1 Yahya 1:1-3*:

“Sesuatu yang sudah ada dari mulanya, yang sudah kami dengar, yang sudah kami lihat dengan mata, yang sudah kami perhatikan, dan yang sudah kami sentuh dengan tangan, yaitu Kalam hayat — itulah yang kami kabarkan. Hayat itu sudah dinyatakan dan kami sudah melihatnya. Lalu kami memberi kesaksian serta mengabarkan kepadamu tentang hayat kekal, yang sudah ada bersama-sama dengan Sang Bapa dan yang kemudian dinyatakan kepada kita. Sesuatu yang sudah kami lihat dan yang sudah kami dengar itu kami kabarkan kepada kamu juga, supaya bersama-sama dengan kami, kamu pun hidup akrab dengan Sang Bapa dan dengan Isa Al-Masih, Sang Anak yang datang daripada-Nya.”

Kesimpulan

Setelah kita selesai melihat siapaka Isa Al-Masih menurut kitab yang berbeda-beda tentang Isa Al-Masih, kesimpulan apakah yang bisa kita tarik? Pertama-tama, sangat jelas bahwa Isa Al-Masih berbeda dari para nabi lain utusan Tuhan. Dia istimewa dan tidak ada yang seperti Dia. Itulah alasannya ada begitu banyak perdebatan tentang diri-Nya. Tiap-tiap orang hanya melihat sebagian fakta-fakta yang berbeda sehingga mendapat kesimpulan yang berbeda-beda.

Namun, saya pikir siapa pun yang memeriksa bukti yang ada secara keseluruhan akan menarik kesimpulan yang serupa. Dia adalah Al-Masih atau orang pilihan Tuhan yang diutus untuk menawarkan keselamatan bagi manusia yang berdosa. Ia juga Firman Tuhan, yang ada bersama Tuhan dari awal, turun sebagai manusia melalui perawan Maria. Dia hidup tanpa dosa dan naik ke surga hidup-hidup di mana Dia kini tengah mempersiapkan tempat bagi para pengikut-Nya. Akhirnya, Dia akan kembali ke bumi pada hari kiamat untuk menghakimi umat manusia dan untuk membawa pengikut-Nya kembali dengan Dia ke surga.

Silakan hubungi kami jika Anda mau membahas artikel ini atau ada pertanyaan.

    1. Sahih Bukhari , 3177,
*Untuk menyangkali keistimewaan Isa, beberapa orang telah mencoba untuk menyatakan bahwa Al-‘Imran 3:39 juga menyebut Yohanes Pembaptis sebagai Firman Tuhan. Namun, jika kita membaca ayat ini, maka sangat jelas bahwa ayat itu berbicara tentang bagaimana Yohanes Pembaptis menegaskan Isa Al-Masih sebagai Firman Tuhan. Para penafsir awal seperti Ibnu Abbas hampir dengan suara bulat menegaskan bahwa yang disebut “Firman” Tuhan adalah Isa Al-Masih, ditegaskan di Tafsir al-Jalalayn , al-Zamakhshari dan Tabarsi, dan tentu saja Injil (Yahya 1:7,14).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.